Sekali lagi, mungkin sudah ditakdirkan dari sononya kalau separuh kehidupan saya tidak jauh dari keanehan yang jauh dari logika. Sebutlah dalam bahasa yang mudah diingat sebagai santet. Sebuah fenomena yang oleh orang yang merasa dirinya modern dianggap sebagai mistik, sesuatu yang mustahil terjadi.
Sebagian dari pembaca mungkin akan mengatakan, “Tidak percaya !”, “Mustahil bin mustahal !”, “Klenik binti klenuk !” berbagai kata-kata lain yang menunjukkan ketidak-percayaan sampai umpatan, “Ach, Bullshit !”
Tetapi perlu diketahui bahwa perjalanan saya dalam mengalami kehidupan bernuansa uka-uka ini justeru berawal dari kehidupan di negeri yang terkenal fanatisme agama warganya sangat tinggi, demikian juga pola pikirnya dalam alam Islam modern. Sekalipun di sana saya dianggap hanya terpengaruh oleh budaya kejawen, tetapi kenyataan menunjukkan bahwa tidaklah demikian.
Saya mengenal dunia hitam dari seorang sahabat, intelek lulusan PTN bergensi di Jawa Barat sebagai kelanjutan dari pendidikan awalnya di sebuah PTN di Kota Padang. Mereka hidup dalam keluarga yangluar biasa agamis, fanatik pada satu aliran islam modern. Sekali lagi, saya mulai mengenal dunia seperti itu dari beliau yang galau dengan berbagai gangguan di rumahnya.
Saya dan dua orang sahabat berdarah Jawa pun pada saatnya mengalami kejadian yang lebih menggetirkan, mulai sakit-sakit yang masih terobati oleh dokter sampai hal-hal di luar kewajaran serta ancaman yang mematikan. Seorang sahabat kami harus pergi ke alam barzah setelah sebelumnya meregang sakit dan derita tanpa tahu obatnya. Cobaan ini terus berlanjut sampai akhirnya saya diizinkan untuk mengurus pindah ke Pulau Jawa.
Kehidupan di tanah air kecil ini pun ternyata tidak lepas dari pengaruh yang secara akal sehat sulit dipikirkan itu. Padahal semula saya beranggapan bahwa di Indramayu orang-orang (terutama para pegawai) hanya menggunakan ilmu-ilmu seperti itu untuk pengasihan dan sebangsanya. Tetapi kenyataannya tidak, berbagai kejadian mengiringi, mulai dari yang efeknya tidak seberapa sampai yang bisa berakibat fatal dan mematikan.
Perkenalan saya dengan mistik dimulai ketika menolak menjadi bendaharan proyek milyaran rupiah. Kejadian aneh dimuali dari berjatuhannya kotoran kutu kayu dari langit-langit tanpa tanda-tanda lebih lanjut. Tetapi pada akhirnya, munculah kejadian luar biasa. Seorang raksasa masuk ke dalam tubuh, menguasai mulut dan berbagai organ lainnya.
Langkah-langkah kehidupan selanjutnya tidak juga berhenti beriring dengan berbagi keanehan. Penderitaan dan penyakit yang sering tanpa sebab serta tanpa obat yang jelas. Kapan dan bagaimana bisa disembuhkannya, lebih tidak jelas lagi.
Berbagai penyakit, mulai dari sekedar gata-gatal di kulit sampai menutup badan. Pernah juga kondisi badan sangat tidak menentu sampai harus menginap sepuluh hari di rumahsakit tanpa diketahui penyakitnya, berbagai penyakit silih berganti dituduhkan dan diobati. Sebuah eksperimen orang modern yang sangat menyakitkan karena setelah berbagai macam terapi dilaksanakan tanpa hasil, seorang tua memberi saran untuk memakan nanas. Alhamdulillah, badan segera terasa segar dan berbagai tanda yang menempel di kulit pun lenyap begitu saja.
Dokter-dokter dan dokter, acara mingguan yang pernah saya sekeluarga alami. Penyakit silih berganti, macam penyakit sekaligus penderitanya juga. Anak, isteri dan saya sendiri, lebih dari dua tahun mengalami kejadian yang sangat tidak diinginkan itu.
Tentu saja ada bosannya, apalagi menyadari bahwa berbagai obat yang diminum selama ini suatu saat akan terakumulasi menjadi sesuatu yang membahayakan diri. Obat tradisional sering menolong sekalipun pengaruhnya relatif lamban. Namun, biar lambat tetapi aman.
Seperti waktu hidup di Minangkabau, sekarang pun saya menemukan orang yang mempunyai kemampuan yang mirip. Ternyata berbagai bahan yang tidak disangka sebelumnya ada di sekitar rumah ada dimana-mana, di balik tempat tidur, di kamar mandi, di bawah pot bunga, di balik lemari sampai di atas langit-langit.
Perjalanan mengalami sendiri berbagai kejadian tersebut itulah yang saya coba ungkap dalam beberapa tulisan di : www.teluh.blogspot.com ini. Untuk memudahkan alur pikiran saya dalam menulis maka tulisan ini dibagi dalam 2, yaitu pengalaman misterius selama bertugas di Minangkabau Sumatera Barat dan setelah pulang ke Tanah Air Kecil tercinta, Indramayu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar