Senin, 05 April 2010

PERJALANAN HIDUP DI MINANGKABAU (7)

KOMPUTER YANG BIKIN KEPALA MUTER-MUTER

Walaupun berulang kali mengalami kejadian penuh misteri, sedikitpun saya tidak bergiming dari tujuan semula. Tetap percaya bahwa kerja keras merupakan kunci sukses yang dominan. Itulah sebabnya bermalam bersama penjaga kantor terus dilakukan.
Memang bila dipikir lebih jauh, bagaimana saya tidak harus menyempatkan diri membuang malam di kantor, komputer hanya satu-satunya di ruangan. Sementara penggunanya 4 seksi, yang semuanya relatif sibuk dan penuh kerjaan yang memerlukan komputasi. Lebih-lebih, kebiasaan menulis artikel tentu akan lebih lancar di keheningan malam.
Salah satu kebiasaan lain saya adalah tidak pernah mengkonsep di kertas, paling sekedar garis besarnya. Konsep langsung di komputer sehingga berbagai perbaikan relatif lebih mudah. Dengan kata lain, saya berusaha tidak menganggap komputer sekedar pengganti mesit ketik semata.
Itulah sebabnya, kalau saya sudah menghadapi komputer maka seksi lain tidak dapat kesempatan. Soalnya, tidak pernah sebentar. Daripada begitu, kecuali terpaksa, saya lebih baik mengerjakannya saat komputer benar-benar tidak digunakan.
Sungguh, tidak ada kendala berarti, selain komputer memang masih baru juga yang mengoperasikan paling beberapa orang sehingga saling kebiasaan menjaga satu dengan yang tinggi. Secara teknis, tidak pernah ada masalah.
Termasuk pagi itu, tidak ada yang ganjil. Komputer dipakai bergantian sesuai dengan kepentingan masing-masing. Ketika kosong, saya pun mulai menggunakannya. Awlanya, tidak ada masalah. Hanya kepala seperti agak pusing, mengkonsep pun diteruskan.
Lambat-laun, kepada semakin pening. Masih bisa ditahan. Tetapi akhirnya tidak tahan juga, kepala serasa dibanting ke batu yang sangat keras. Pecah. Saya menjerit, teman-teman hanya memandangi. Mungkin dikira hanya sekedar melampiaskan kepuasan.
Sampai pada akhirnya saya benar-benar tidak tahan lagi. Segera meninggalkan monitor kembali ke meja kerja. Aneh bin ajaib, penderitaan kepala pecah berangsur rapat dan akhirnya lenyap sama sekali.
Ketika komputer kembali kosong, saya pun mencoba mengetik lagi. Tidak berama lama, kepala kembali seperti dipukul batu. Sangat sakit. Puyeng, saya hanya bisa memegangi kepala yang berputar-putar menahan derita. Sama sekali tidak bisa ditahan lagi, saya bahkan tidak sempat meng-close file yang baru saja dibuka.
Kembali saya hanya geleng-geleng kepala, penderitaan itu berakhir ketika saya segera meinggalkan komputer. Rasa sakitdan derita lenyap begitu saja. Semua berubah menjadi rasa segar bugar baik badan maupun pikiran.
Itulah sebabnya, tidak berapa lama setelah itu saya pun mulai melanjutkan pekerjaan. Ternyata penderitaan pun kembali berlanjut, lebih sakit dan menderita. Itulah sebabnya saya segera keluar ruangan bermaksud menanyakan kejadian aneh itu kepada sesama rekan.
Seperti pernah saya sampaikan pada tulisan terdahulu, kejadian serupa pernah dialami sekitar dua tahun yang lalu. Namun penderitaannya jauh lebih dahsyat sekarang. Berlipat-lipat penderitaan yang saya alami dibandingkan dengan dahulu.
Berdasarkan pengalaman itulah saya bermaksud menanyakan kepada rekan kerja, apakah ada hubungannya dengan cerita tentang jeruk purut ditusuk paku ? Saya sama sekali tidak mau ada yang celaka, sama-sama selamat saja. Istilah kami, bareng selamet !
Kemungkinan memang ada yang tidak normal, apalagi saat itu saya dalam keadaan segar bugar tidak seperti ketika menghadapi komputer. Namun, tidak ada yang memberi solusi lebih, kecuali, “Untuk sementara, jangan ber-komputer-ria dulu saja.”
Nasehat teman saya yakini kebenarannya sekalipun dengan terpaksa harus bisa mengorat-oret konsep di kertas. Malam harinya, saya benar-benar istirahat total. Alhamdulillah, esok harinya semua berjalan lancar sebagaimana biasa.
Sekalipun ada ingatan tentang cerita jeruk purut ditusuk paku, saya masih yakin dan percaya kalau penderitaan di depan komputer itu sangat erat hubungannya dengan akumulasi kelelahan mata, pikiran dan seluruh badan yang terlalu lama di depan komputer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar