KOK KAMU BISA HIDUP ?
Sebuah pertanyaan yang selayaknya tidak usah pernah didengar siapapun, apalagi dilontarkan oleh kita kepada siapapun. Sangat tidak manusiawi !
Tetapi itulah kenyataan hidup, pertanyaan itu terucap begitu saja dari seorang sahabat dan ditunjukkan kepada teman serumah saya. Memang badannya sangat kurus, pucat pasi dan berjalan pun gemetar. Tetapi apapun alasannya, pertanyaan itu sama sekali diucapkan. Apalagi oleh seorang teman sekantor !
Ketika itu kami baru bubar apel pagi, jalan menanjak menuju kantor Bupati dan selanjutkan ke tempat kami bertugas. Kemiringan jalan mendekati 100 % atau 45 derajat. Lumayan curam, tetapi sangat lazim di Kabupaten Tanah Datar yang hanya 3 % wilayahnya saja yang datar itu.
Di saat badan terasa sangat kelelahan, menggandeng teman yang lebih parah yang dipaksakan untuk menanjak tiba-tiba seorang sahabat mendahulu dan dengan ringan berucap, “Kok kamu bisa hidup !”
Ama sekali bukan lelucon, karena dia pun meninggalkan begitu saja kami yang sedang tergopoh kelelahan dan kebingungan, mengapa orang yang sudah seminggu tidak bertemu dengan kami itu berkata demikian. Dari wajahnya pun terpancar mimic kesinisan yang sangat serius.
Tetapi itulah kehidupan, penuh dengan warna. Kami pun tidak terlalu mempermasalahkan pertanyaan yang sangat menyakitkan itu. Apalagi mencurigai yang macam-macam. Sama sekali tidak. Buktinya, sesampai di kantor kami bertegur sapa dan bersendagurau sebagaimana biasa. Tanpa masalah yang mengganjal.
Terlepas dari itu semua maka pertanyaan di atas sesungguhnya sama sekali tidak boleh terucap. Semua manusia mempunyai hak dan peluang yang sama untuk menikmati oksigen gratis pemberian Yang Maha Kasih ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar