SEMINGGU DALAM SELIMUT
Tidak berapa lama setelah kejadian yang unik bersama kasur Bengkulu, saya mengalami kesakitan luar biasa. Bukan hanya dingin yang selalu menyerang pada waktu tertentu tetapi juga diiringi dengan tidak mau masuknya bahan makanan apapun ke dalam perut.
Dingin bukan hanya menyerang saat pulang kantor, beberapa kali harus pulang duluan karena tak tahan menderita di kantor. Tetapi, di rumah bukan istirahat, malah menjadi makin kumat. Kasur pun jadi selimut, keringat mengucur di atas kulit yang tersa sangat dingin.
Mungkin makanan yang tersedia tidak menarik, rasa lapar tidak pernah muncul. Tetapi tidak, pernah juga membeli makanan favorit dari warung tetapi tidak juga selera makan bangkit. Ketika dipaksakan, maka rasanya pahit dan tidak menentu, sangat tidak biasa.
Menyadari adanya kejanggalan ini, say tidak mau kalh oleh penyakit. Harus tetap makan ! Indomie makanan ter-favorit, tentu akan bisa membangkitkan. Tetapi tidak, lagi-lagi makanan enak yang satu ini pun tidak berasa sebagaimana biasa. Di mulut sudah ditolak, pahit luar biasa. Tetapi saya yakin bahwa akan lebih pahit lagi kalau saya tidak menelannya.
Itulah sebabnya, dalam keadaan sakit yang terus menerus dan makin menderita, saya terus menikmati makanan sekalipun pahit rasanya. Tidak lama kemudian penderitaan itu berakhir, satu minggu saja. Saya pun harus merasa sehat seperti sedia kala, sekalipun sebenarnya masih sangat sakit.
Keterpaksaan sehat itu bukan tidak beralasan, teman serumah mengalami hal yang sama. Hanya berdiam diri dalam selimut dan tidak mau makan sama sekali. Baru beberapa hari, badannya yang kurus bertambah kecil, tinggal kulit berbalut tulang.
Bukan tidak mau berobat ke dokter, upaya itu juga ditempuh. Namun sekalipun obat diminum sesuai dengan aturan, ternyata tidak banyak membantu. Deman tinggi, keringat menucur terus dan selalu kedinginan sehingga tidak mau beranjak dari tempat tidur untuk lepas dari buntelan selimut !
Dipikir lagi, sulit rasanya untuk sembuh kalau makan saja sudah tidak mau sama sekali. Oleh karena itu, hal yang pertama dilakukan adalah memaksakan untuk mengisi perut sekalipun semuanya terasa sangat menyiksa. Pengalaman mengalami hal yang sama merupakan rumus jitu untuk memberi semangat makan kepada teman yang satu ini. Semua terasa pahit tetapi akan lebih pahit lagi kalau terus-terusan sakit.
Praktis, kehidupan di balik selimut berlangsung lama juga. Satu minggu. Badannya yang kecil semakin kecil lagi sekalipun dalam beberapa hari terakhir sudah bisa diisi dengan makanan seadanya. Belum sembuh benar, tetapi perut yang berisi merupakan langkah awal untuk menuju kesehatan selanjutnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar