KUNYIT PAK KIYAI
Sesuai dengan amanat Pak Tua yang membantu kami dengan peran goloknya itu, saya berusaha mencari orang yang bisa membantu penderitaan kami. Entah memang karena sudah jalannya, saya pun menemukan sebuah informasi awal yang ternyata tidak jauh dari tempat kami bekerja.
“Tanya ke Ibu Anu saja ya.” Kata seorang sahabat, “Suaminya bisa mengobati yang begituan!”
Teman yang ditunjuk adalah teman baik kami, sekalipun saya boleh bersombong bahwa hampir semua pegawai di Pemda Tanah Datar adalah teman baik. Kami sering berinteraksi karena kebetulan fungsi tempat kerjanya sangat dekat dengan tempat kami bekerja. Selain itu, tempatnya juga sangat dekat, tidak lebih dari 20 meter saja !
Tetapi sungguh beliau sangat arif dan rendah hati, “Ke Buya Anu saja ya …. Suami saya pun kalau ada permasalahan sering datang ke sana.”
Berbekal alamat yang diberikan, saya menuruni bukit dan melintasi tanah kosong yang sangat rindang dan sejuk. Alhamdulillah, yang dicari ketemu dan dengan senang hati menerima kami.
Plong ! Hati pun terasa lega, mudah-mudahan teman yang sedang tak berdaya di rumah dapat pertolongan segera. Saya pun menceritakan tentang penderitaan teman yang luar biasa parahnya itu dan beliau menanggapinya dengan tenang. Terbetiklah sebuah harapan, dapat sehat wal afiat seperti sediakala.
“Saya shalat dulu, Pak !” Kata Buya memasuki kamar khusunya.
Setelah lebih dari setengah jam saya menunggu, beliaupun keluar dari ruangan. Di tangannya ada sedikit beras dan sepotong kunyit. Tidak banyak yang dikatakannya kecuali, “Segera dihaluskan dan diberikan kepada temannya !”
Saya pun segera pulang tanpa basa-basi. Di rumah, sahabat terbaikku sedang bergulat dengan penderitaannya. Pesan dari Buya saya laksanakan dan Alhamdulillah teman yang sangat menderita inipun seakan mempunyai tenaga untuk keluar dari selimut.
Hari itu, mie rebus yang tentu saja rasanya pahit dimakannya. Tambahlah sumber tenaganya sedikit. Badannya berangsur segar dan terlihat sedemikian bugar, twentu saja dibandingkan beberapa hari sebelumnya !
Beberapa jam kemudian, sahabat yang satu ini kelihatan begitu sehat dan segar. Besoknya pun memberanikan masuk kantor sekalipun dengan badan yang masih sangat lemah.
Kesembuhan teman itu pula yang akhirnya menjadikan saya berinisiatif untuk meminta pengobatan dari Buya Anu, pada suatu saat nanti.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar