BUYA YANG PANDANG BULU
Jangan berpikir kalau orang yang disebut dengan kata “Buya” itu harus orang yang sangat fasih dalam agama seperti Buya HAMKA misalnya. Sama sekali tidak, orang muda yang cukup bisa menyampaikan walau satu ayat pun pantas dipanggil Buya. Dan ketika ucapan itu terdengar maka penggunanyapun semakin meluas.
Demikia juga Buya Anu yang menolongteman saya dengan perantaraan beras dan kunyitnya itu. Umurnya baru sekitar 30 tahun, penampilannya sama sekali tidak menunjukkan beliau ahli agama. Cuma, memang sekali-sekali beliau mengisi acara di surau dan mesjid.
Seperti cerita sebelumnya, Buya Anu, memberikan obat yang sanat mujarab. Tentu atas izin Allah semata. Teman serumah itu pun tidak perlu lagi menahan sakit, apalagi berdiam diri di balik selimut sepanjang hari. Dia sudah masuk kerja sebagai mana biasa.
Saya pun pernah menceritakan bahwa saya sebenarnya sudah merasakan sakit yang tak terhingga itu lebih dahulu. Itulah saya sangat ingin berobat ke Buya Anu, mudah-mudahan dapat sembuh sebagaimana sediakala.
Itulah sebabnya sepulang kantor saya menyempatkan menuju rumah Buya Anu. Saya pun menceritakan penderitaan saya yang sangat menyiksa beberapa minggu ini.
“Akh, berobat ke dokter saja !’
“tetapi, Buya,” saya memohon, “Saya sudah berobat ke dokter, sama sekali tidak ada perubahan. Malah meakin sakit.”
“Tidak !” Sahutnya, “Pergi ke dokter saja. Saya tidak bisa menolong Anda.”
Sungguh kata-kata terakhirnya sangat menyesakan dada, namun apa daya saya sedang perlu pertolongan. Apa boleh buat, saya gagal mendapat pertolongan. Kata-kata itu sedemikian melekat dan mengundang tanya yang semakin besar, “Mengapa tidak mau menolong ?” “Bukankah orang yang menerjuni dunia seperti itu tidak akan pilih-pilih dalam menolong orang ?”
“Betapa tidak adilnya Buya yang satu ini.” Kataku dalam hati, “menolong saja harus pilih-pilih.”
Tetapi apakah saya harus ke dokter ? Tidak, justeru pengobatan medis membuat saya semakin sakit dan tersiksa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
The article is very good and good
BalasHapusYour article is very beautiful and cool
tooooooooooooop THANK
Pusat Pertamini
Pertamini Semarang
Agen Pertamini Semarang
Pertamini Murah Semarang